Gajah Mada - The Books Review

July 11th, 2007 by sangsaribayu

Tidak sedikit pun terbetik di benak saya untuk membeli buku ini saat memasuki toko buku langganan saya yang berpetak sempit namun penuh dengan wadah aksara bermutu. Tadinya saya hanya berminat untuk ‘window shopping’. Tapi entah kenapa cover buku Gajah Mada ini begitu menarik hasrat untuk diambil dari rak yang sesak oleh ratusan judul buku baru. Paling tidak saya hanya mau baca teks yang tercetak di cover belakangnya saja. Buku ini sudah cukup lama saya beli, hanya baru sempat bikin reviewnya sekarang. Tak apalah, karena saya tak perduli kata ‘basi’ kecuali makanan tentunya. “Damai yang senantiasa menyelimuti tiba-tiba terkoyak. Lelap pelukan mimpi tidak mungkin dituntaskan karena genderang perang membangunkan isi kehidupan Majapahit…..Akan tetapi, tetes darah, keringat, dan air mata Gajahmada serta pasukan Bhayangkara akhirnya mampu mengembalikan kehormatan Majapahit dan mempersembahkan kejayaan yang bakal terus dikenang sejarah.” demikian kalimat yang tercetak tersebut. Dan ternyata saya begitu terlambat membeli buku ini. Ternyata sudah terbit lima seri! Karena tak ada kata terlambat untuk mengetahui sesuatu hal maka saya putuskan untuk membeli seri pertamanya. Mungkin ada salah satu dari kalian akan berkata demikian “Hari gini masih baca Gajah Mada!??”. Memang terlihat tak gaul di antara segudang bacaan yang mengupas teknologi canggih dan rupa-rupa gadget terbaru, tetapi harus saya bilang dari awal review ini bahwa saya merasa beruntung menemukan salah satu bacaan memukau mengenai Indonesia di masa lampau di tengah miskinnya keinginan untuk tahu mengenai apa yang telah terjadi di masa Indonesia masih dipimpin para raja. Sejarah adalah dimensi waktu yang membentuk kehidupan sekarang dan masa depan, mengetahui sejarah sama dengan mendengar kakek buyutmu bercerita dengan emosi mendalam lalu diam-diam menyisakan toreh di hatimu mengenai nilai yang bisa kamu petik. Pujian melayang untuk Langit Kresna Hariadi, sang pengarang buku ini. Tidak sering saya menemukan pengemasan kisah sejarah yang begitu apik sampai-sampai saya tak peduli ratusan ton rasa kantuk menggayuti mata saat membacanya. Rasa ingin tahu yang besar telah memperkosa kebutuhan biologis untuk tidur. Sama menariknya saat membaca ‘Da Vinci Code’ yang terkenal itu, si buku best seller dunia. Langit Kresna Hariadi menyajikan konflik demi konflik yang begitu mengaduk-aduk penasaran sehingga lembar demi lembar seakan menuntut mata saya untuk tetap bercinta dengan alphabet di dalamnya. Gajah mada adalah seorang prajurit tangguh, bijaksana, nan berani di masa pemerintahan Jayanegara. Ingatan lama saya kembali saat sekolah dulu, kedigjayaan sang tokoh sentral ini begitu fenomenal sampai terus dibahas di pelajaran sejarah. Sayang yang bisa kita ketahui hanya arcanya saja. Membaca buku ini bak di bawa terbang bertamasya ke masa lampau. Penyajian setting Majapahit yang cukup detil sampai pemilihan istilah dan nama tokohnya yang masih menggunakan gaya asli tempo itu. Memakai nama binatang seperti ‘Gagak Bongol, Singa Parepen, Lembang Laut’, atau nama-nama seperti ‘Ra Kuti, Arya Tadah, Panji Saprang…dll’. Pengupasan tokoh demi tokoh maupun penjabaran budaya masa itu akan membawa benak membentuk sebuah gambaran imajiner mengenai tokoh masing-masing. Cerita perjuangan Gajah Mada yang penuh gejolak, darah dan airmata membuat saya tersadar bahwa itulah apa yang disebut ‘Pengabdian penuh makna’. Beliau tak hanya mengusung tameng untuk menjaga, tak hanya menjadikan badan sebagai perisai istana. Tetapi lebih dari itu semua… Bagaimana sejatinya cara seorang prajurit sejati melindungi sebuah amanat maka itulah Gajah Mada. Sepak terjangnya bukan untuk menaikkan namanya, bukan pula untuk merebut kekuasaan yang bisa dengan mudah dia rebut, bukan pula untuk memuaskan hasrat manusianya. Gajah Mada adalah representasi sebuah teladan sifat seorang pembela negara. Gajah Mada berpikir tidak pernah untuk diri dan anak buyutnya saja. Gajah Mada berpikir global. Menangani serbuan serangan makar bukan perkara mudah. Perkara makar adalah kekuatan alur buku ini. Bagi pembaca yang menyukai cerita penuh konspirasi, maka buku ini sangat memenuhi syarat. Aksi pasukan Bhayangkara juga membuat saya sekilas bangga mengetahui ada prajurit setangguh itu hidup di tanah Indonesia. Kita sebenarnya tak kalah dengan para prajurit Yunani yang tersohor itu. Hanya kelihaian para sinematografer di luar sana juga patut diacungi jempol karena menggambarkan situasi perang jaman Romawi dengan begitu piawai. Sampai kini saya tak lupa dengan gagah nan machonya prajurit Romawi ala Hollywood yang diperani ‘Brad Pitt’ sebagai ‘Achilles’. Pikiran serasa dikayakan akan banyak kejadian penting. Benar adanya, sejarah pasti berulang, cuma mungkin dalam bentuk lain. Perebutan kekuasaan adalah alasan populer mengapa terjadinya perang. Kekuasaan dan wanita. Dua hal yang kerap memabukkan kaum Adam. Dua hal ini dibahas dengan apik sensasional pada buku kedua ‘Bergelut dengan Kemelut Tahta dan Angkara’. Ternyata godaan tahta mampu mengubur cinta dalam-dalam, untuk digali lagi kemudian. Itulah yang terjadi dalam buku keduanya. Ternyata cinta tak mengenal derajat. Cinta yang hebat juga mampu membuat kepura-puraan yang tak kalah hebat. Cinta yang kuat akan mengikis keraguan akan kehilangan kekasih. Cinta yang murni antara dua orang niscaya akan membuat dunia mempertautkan mereka kembali, walau dua orang tersebut dipisahkan oleh keadaan yang tak bisa dibantah ketidakmungkinannya. Ah… membicarakan cinta memang tak ada habisnya. Lebih baik kamu baca saja peliknya perasaan ‘mati menahan rindu’ tokoh-tokoh dalam novel kedua ini. Buku kedua ini juga menyertakan sebuah bonus lansekap kerajaan Majapahit dengan penjelasan denah yang cukup lengkap. Membuat pembacanya bisa mereka reka kronologis peristiwa yang dijabarkan di buku kedua ini. Selamat membaca dan Selamat bertualang dalam kepingan masa lalu sejarah…

Gajah Mada - The Books Review

July 11th, 2007 by sangsaribayu

Tidak sedikit pun terbetik di benak saya untuk membeli buku ini saat memasuki toko buku langganan saya yang berpetak sempit namun penuh dengan wadah aksara bermutu. Tadinya saya hanya berminat untuk ‘window shopping’. Tapi entah kenapa cover buku Gajah Mada ini begitu menarik hasrat untuk diambil dari rak yang sesak oleh ratusan judul buku baru. Paling tidak saya hanya mau baca teks yang tercetak di cover belakangnya saja. Buku ini sudah cukup lama saya beli, hanya baru sempat bikin reviewnya sekarang. Tak apalah, karena saya tak perduli kata ‘basi’ kecuali makanan tentunya. “Damai yang senantiasa menyelimuti tiba-tiba terkoyak. Lelap pelukan mimpi tidak mungkin dituntaskan karena genderang perang membangunkan isi kehidupan Majapahit…..Akan tetapi, tetes darah, keringat, dan air mata Gajahmada serta pasukan Bhayangkara akhirnya mampu mengembalikan kehormatan Majapahit dan mempersembahkan kejayaan yang bakal terus dikenang sejarah.” demikian kalimat yang tercetak tersebut. Dan ternyata saya begitu terlambat membeli buku ini. Ternyata sudah terbit lima seri! Karena tak ada kata terlambat untuk mengetahui sesuatu hal maka saya putuskan untuk membeli seri pertamanya. Mungkin ada salah satu dari kalian akan berkata demikian “Hari gini masih baca Gajah Mada!??”. Memang terlihat tak gaul di antara segudang bacaan yang mengupas teknologi canggih dan rupa-rupa gadget terbaru, tetapi harus saya bilang dari awal review ini bahwa saya merasa beruntung menemukan salah satu bacaan memukau mengenai Indonesia di masa lampau di tengah miskinnya keinginan untuk tahu mengenai apa yang telah terjadi di masa Indonesia masih dipimpin para raja. Sejarah adalah dimensi waktu yang membentuk kehidupan sekarang dan masa depan, mengetahui sejarah sama dengan mendengar kakek buyutmu bercerita dengan emosi mendalam lalu diam-diam menyisakan toreh di hatimu mengenai nilai yang bisa kamu petik. Pujian melayang untuk Langit Kresna Hariadi, sang pengarang buku ini. Tidak sering saya menemukan pengemasan kisah sejarah yang begitu apik sampai-sampai saya tak peduli ratusan ton rasa kantuk menggayuti mata saat membacanya. Rasa ingin tahu yang besar telah memperkosa kebutuhan biologis untuk tidur. Sama menariknya saat membaca ‘Da Vinci Code’ yang terkenal itu, si buku best seller dunia. Langit Kresna Hariadi menyajikan konflik demi konflik yang begitu mengaduk-aduk penasaran sehingga lembar demi lembar seakan menuntut mata saya untuk tetap bercinta dengan alphabet di dalamnya. Gajah mada adalah seorang prajurit tangguh, bijaksana, nan berani di masa pemerintahan Jayanegara. Ingatan lama saya kembali saat sekolah dulu, kedigjayaan sang tokoh sentral ini begitu fenomenal sampai terus dibahas di pelajaran sejarah. Sayang yang bisa kita ketahui hanya arcanya saja. Membaca buku ini bak di bawa terbang bertamasya ke masa lampau. Penyajian setting Majapahit yang cukup detil sampai pemilihan istilah dan nama tokohnya yang masih menggunakan gaya asli tempo itu. Memakai nama binatang seperti ‘Gagak Bongol, Singa Parepen, Lembang Laut’, atau nama-nama seperti ‘Ra Kuti, Arya Tadah, Panji Saprang…dll’. Pengupasan tokoh demi tokoh maupun penjabaran budaya masa itu akan membawa benak membentuk sebuah gambaran imajiner mengenai tokoh masing-masing. Cerita perjuangan Gajah Mada yang penuh gejolak, darah dan airmata membuat saya tersadar bahwa itulah apa yang disebut ‘Pengabdian penuh makna’. Beliau tak hanya mengusung tameng untuk menjaga, tak hanya menjadikan badan sebagai perisai istana. Tetapi lebih dari itu semua… Bagaimana sejatinya cara seorang prajurit sejati melindungi sebuah amanat maka itulah Gajah Mada. Sepak terjangnya bukan untuk menaikkan namanya, bukan pula untuk merebut kekuasaan yang bisa dengan mudah dia rebut, bukan pula untuk memuaskan hasrat manusianya. Gajah Mada adalah representasi sebuah teladan sifat seorang pembela negara. Gajah Mada berpikir tidak pernah untuk diri dan anak buyutnya saja. Gajah Mada berpikir global. Menangani serbuan serangan makar bukan perkara mudah. Perkara makar adalah kekuatan alur buku ini. Bagi pembaca yang menyukai cerita penuh konspirasi, maka buku ini sangat memenuhi syarat. Aksi pasukan Bhayangkara juga membuat saya sekilas bangga mengetahui ada prajurit setangguh itu hidup di tanah Indonesia. Kita sebenarnya tak kalah dengan para prajurit Yunani yang tersohor itu. Hanya kelihaian para sinematografer di luar sana juga patut diacungi jempol karena menggambarkan situasi perang jaman Romawi dengan begitu piawai. Sampai kini saya tak lupa dengan gagah nan machonya prajurit Romawi ala Hollywood yang diperani ‘Brad Pitt’ sebagai ‘Achilles’. Pikiran serasa dikayakan akan banyak kejadian penting. Benar adanya, sejarah pasti berulang, cuma mungkin dalam bentuk lain. Perebutan kekuasaan adalah alasan populer mengapa terjadinya perang. Kekuasaan dan wanita. Dua hal yang kerap memabukkan kaum Adam. Dua hal ini dibahas dengan apik sensasional pada buku kedua ‘Bergelut dengan Kemelut Tahta dan Angkara’. Ternyata godaan tahta mampu mengubur cinta dalam-dalam, untuk digali lagi kemudian. Itulah yang terjadi dalam buku keduanya. Ternyata cinta tak mengenal derajat. Cinta yang hebat juga mampu membuat kepura-puraan yang tak kalah hebat. Cinta yang kuat akan mengikis keraguan akan kehilangan kekasih. Cinta yang murni antara dua orang niscaya akan membuat dunia mempertautkan mereka kembali, walau dua orang tersebut dipisahkan oleh keadaan yang tak bisa dibantah ketidakmungkinannya. Ah… membicarakan cinta memang tak ada habisnya. Lebih baik kamu baca saja peliknya perasaan ‘mati menahan rindu’ tokoh-tokoh dalam novel kedua ini. Buku kedua ini juga menyertakan sebuah bonus lansekap kerajaan Majapahit dengan penjelasan denah yang cukup lengkap. Membuat pembacanya bisa mereka reka kronologis peristiwa yang dijabarkan di buku kedua ini. Selamat membaca dan Selamat bertualang dalam kepingan masa lalu sejarah…

Kenapa Kamu Nggak Pilih Aku?

June 13th, 2007 by sangsaribayu

Hidup manusia ini memang klise. Hal yang sama sering kali terjadi berulang kali. Ibarat terus menerus jatuh ke lubang yang sama. Salah satu masalah paling klasik itu adalah MEMILIKI MASALAH DALAM MENENTUKAN PILIHAN.

Tidak ada pilihan… salah, banyak pilihan? Menyenangkankah? Tunggu dulu… belum tentu. Justru semakin banyak pilihan malah bisa menenggelamkan manusia sebagai pemilik hak pilih tadi ke dalam palung kebingungan.

Dalam bidang yang sudah amat melekat di benak pun, kita (herannya) masih saja terbawa arus kebingungan. Contohnya gue yang kebingungan menentukan brand produk elektronik mana yang akan gue beli. Sebagai orang yang berkecimpung di marketing promosi, harusnya gue sudah bisa mengenali ragam trik pemasar dalam menjual barang mereka. Karena apa yang gue lakukan sehari-hari juga tidak jauh dari yang namanya ‘bahasa promosi’, ‘cara mengemas yang baik dan benar’, ataupun ‘strategi komunikasi dan kondisi pasar’.

Geleng-geleng kepala deh ngeliat begitu dahsyat ‘rayuan marketing’ jaman sekarang. Semua brand berlomba-lomba menyajikan kemasan yang menarik dengan diiringi kolaborasi iklan yang tujuannya satu : menjadi top of mind di benak konsumen. Lalu terpapar pula kalimat-kalimat yang bisa dengan ajaibnya menyihir gue yang (seharusnya sadar betul) mendadak menjadi gundah gulana menentukan pilihan! *kondisi ini persis dengan penjabaran buku yang pernah gue baca beberapa tahun yg lalu saat masih kuliah; “Sihir Iklan”.

Ck… ck… ck….

Jika dijabarkan… kondisi manusia yang dihadapkan dengan beragam pilihan itu seperti seorang konsumen yang benaknya di jejali berbagai brand! Di mana, brand2 itu seperti menyerang dari arah mana saja mereka bisa menuju. Dari atas, dari kanan, dari kiri, dari bawah, dari mana saja! Lalu pikiran konsumen tadi penuh dengan ragam janji dan visualisasi seandainya konsumen mau memilih mereka.

Bingunglah saya! Seperti halnya elo yang juga mungkin sedang bingung dihadapkan dengan berbagai pilihan. Gue membutuhkan suatu produk, sekarang produk itu muncul dalam beberapa pilihan yang sangat menawan hati, dengan kelebihan-kelebihan yang terukir indah lewat iklan dan spesifikasi produk, dengan diiringi rayuan-rayuan maut para pemakai produk itu sebelumnya (catet! The power of mouth…ough! So d*mn hard to deny!!!). Pikiran kembali dipenuhi ketidakyakinan! Padahal, jelas2 gue memutuskan akan membeli produk itu dalam minggu ini dan sudah jelas tadinya adalah sebuah Produk A yang akan gue pilih. Tapi tiba-tiba… dua hari setelah itu, gue ngeliat munculnya tawaran Produk B! DORR! Mendadak konsentrasi terpecah… karena brand image yang dimiliki produk B sudah melekat bagus di ingatan, dengan harga yang tidak jauh beda dengan spesifikasi yang sama bagusnya. Pindahlah hati gue ke produk B ini, tp saat hati berbunga karena merasa menemukan pilihan lebih mapan, mendadak ada hembusan testimonial mantan pengguna produk B yang merasa gagal saat menggunakannya, katanya gagal 2 kali malah! Kebalikannya…saat bertanya ke satu sumber lain, malah produk B-lah yang menjadi top of mind dia.

U know what… chance kedua brand tadi mendadak sama >> fifty-fifty!

Haaah…. Makin bingung kan!? Setelah survey lewat media massa, dunia maya, telepon, dan mencari informasi kanan kiri, Sekarang tibalah hari untuk survey langsung menemui kedua produk tersebut, di mana hari ini sangat menentukan untuk membeli produk tersebut sesegera mungkin alias lusa atau paling lambat 7 hari lagi!

Tuhan memang selalu memberikan petunjuk tak terduga… Tanpa diduga…datang seorang sahabat lama gue yang udah jarang ketemu tiba2 mampir ke rumah. Kedatangannya hari itu benar2 merubah semua rencana awal gue.

Ternyata……si ‘unexpected’ narasumber ini justru memberikan berita surga yang luput dari perhatian gue selama ini. Dia memberitahukan info terbaru mengenai sekitar produk yang akan gue beli, dan produk itu bukan A atau B, melainkan produk C…! (kemana aja lu Saar…) It’s totally beyond my expectation. Ibarat pria, si produk C ini udah gue taksir lamaaa bangett… tapi karena kondisi yang tidak memungkinkan, makanya produk C itu sudah gue anggap TGTBT TBMS! Bingung kan apaan singkatannya…^_^ yang tak lain tak bukan gue anggap Too Good To Be True To Be My Soulmate! ^_^ selain si produk C ini sesuai kebutuhan dan menawan, banderolnya juga bisa bikin gue bangkrut. Nah..nah…nah…. sekarang produk C ini hadir dengan bersahajanya di depan gue…. Dan saat gue survey langsung, yg tadinya hanya untuk melihat produk A dan B saja. Begitu ngeliat produk C ini… mendadak si A dan B lenyap pelan-pelan…. menggelap dan akhirnya hilang ditelan pesona si C yang diam-diam menghanyutkan.

Fiuuh… leganya… dan gue seneng karena gak harus terburu-buru untuk memilikinya. Walaupun harganya lebih tinggi dari A dan B tadi, tapi gak ada deadline tanggal berlakunya harga. *bernapas penuh kelegaan dengan rongga dada terisi penuh udara baru.

Memang gak gampang menentukan pilihan. Tapi emang gue udah ada feeling sama produk A dan B… mereka berdua bikin gue ragu. Ada quote yang gue suka banget,tentang pilihan :

Jika iya maka berarti iya, Jika tidak maka berarti tidak, Jika ragu-ragu maka berarti TIDAK.

Jadi kata hati kita itu sebenernya udah nuntun kita ke satu hal yang kita udah yakin, tapi karena serangan para kompetitornya, bikin kita suka gak yakin sama apa yang akan kita pilih. Tergantung kemampuan juga sih, affordable atau tidak. Dalam hidup pun, kita juga akan banyak sekali menghadapi situasi di mana kita harus memilih yang terbaik di antara yang baik.

Yang jelas… tips paling penting saat akan memilih yang mana yang terbaik adalah : survey, survey dan survey!

karena dengan banyak survey, baik lewat media massa/elektronik, dunia maya, dan tanya kanan kiri sana sini sampe survey langsung alias test drive,bikin kita nggak akan nyesel dengan keputusan yang akan diambil nanti. Entah kita akan memutuskan AMBIL atau TIDAK. Istilahnya… “Take it or leave it!”

Di dunia ini gak ada yang pasti. Bahkan yang kita pikir akan benar-benar kita pilih bisa saja berubah di DETIK-DETIK TERAKHIR. Ibarat penganten yang mungkin saja lari dari sisi calon pasangan jiwanya lima menit sebelum ijab Kabul. Haha… jangan sampe kejadian beneran nih yah. Naudzubillah… bencana namanya! ;-)

Anyway… selamat memilih yah…! Dan jangan lupakan pilihan harus sesuai kebutuhan agar tak menyesal di kemudian hari.

Everything is in your hand. It’s your life. We make decision in every single day!

Tapaki Langit Bersamaku

May 17th, 2007 by sangsaribayu

Melihat langit ditaburi biru

di araki taburan kapas putih yang menyemburkan romansa

di mana kita yang sedang melukis kisah

mencoba memetakan batas yang tak pernah ada

Dan kepakkan sayapmu sekarang!

tapaki langit bersama aku yang sedang mengambang

di antara serpihan awan, di antara pendaran surya yang menyilaukan mata,

di tepian keingintahuan di mana bayang-bayang masa lalu tengah bergulat enggan ditinggalkan

Lihat ke atas sekarang, dapati ruang bebas luas yang menantimu

tanggalkan semua resah dan gelisah, karena kita tak butuh mereka

Dan kepakkan sayapmu sekarang!

biarkan… dirimu terbang…

perlahan namun pasti…

lihatlah ke depan sekarang. Ada aku di sini.

Susterrrr Ngesotttt! dan selingkuh!

May 12th, 2007 by sangsaribayu

Baru kali ini gue nonton film horror dan menyaksikannya
dengan penuh tawa dari awal sampe akhir! Jadilah gue nonton film ini bersama
seorang rekan yang luar biasa bocor. Parahh…saking berisiknya gue dan dia,
sampe-sampe begitu selesai nonton dan lampu menyala, gue dan dia buru2 cabut
dari ruangan karena khawatir ditimpukin penonton lain pake botol aqua atau
bungkus popcorn! Hihihi….

 

Gosh, tadinya gue pikir aura takut yang bakal membayangi
pikiran gue selama nonton ini.
Ternyataaa….Wakaka! bener2 berbalik 180 derajat, film ini jadi benar2 terasa
lucu untuk ditonton! Terlalu banyak yang bisa ditertawakan selama nonton, mulai
dari penonton yang lari ketakutan sambil teriak2, ada yang menjerit histeris
waktu film baru mulai 10 menit, bahkan ada cewek yang cabut sama cowoknya
setelah15 menit tayang (berlebihan yak, siapa tahu mereka cuma ke toilet
bareng).

 

Nah yah…Lanjut yuuk… Inti dari nih film jadi kayak nyambung banget sama ‘hasil hearing’ gue
beberapa hari terakhir dari beberapa teman pria. Sebagai pelaku tagline ‘pasang
telinga baik-baik’, gue memang selalu ada waktu untuk mendengarkan masalah
orang, it’s been my habit. I love to dive in people’s mind. I love to hear
them. Dari sini, gue dapet beberapa perspektif pria yang pernah diselingkuhi
pacarnya. Yang tentunya… seorang wanita. It’s hard, isn’t it? Berat sekali jadi
orang yang dikhianati kepercayaannya oleh orang yang sangat dicintai. Benar
adanya…”Orang yang memiliki peluang terbesar untuk menyakiti kita, adalah
orang yang paling kita cintai”.

 

Jadi kalau masih belum siap untuk menerima resiko tersebut,
ada baiknya menjaga perasaan terdalam tersebut tidak sampai full tank sampai
nantinya bertemu dengan orang yang benar-benar tepat untuk menerimanya alias
‘your soulmate ever’.

 

Weitss…jadi lupa suster ngesot nih! Review film yang akan
gue bahas ini juga berangkat dari tema tersebut. SELINGKUH. Yang katanya
singkatan “Selingan Indah tapi Keluarga Utuh”. Benar memang, cerita film adalah
cerminan dari kehidupan sehari-hari kita. Tetapi, saking kuatnya alur selingkuh
ini di dalam cerita film suster ngesot, inti dari tokoh sentral ini sendiri
bisa dibilang tidak signifikan lagi karena pertama, si suster ngesot ini
dihadirkan begitu HARD SELL! Istilahnya marketing sih begitu. Jadi penonton gak
usah tunggu lama-lama. Gak ada GIMMICK2 atau TEASER lagi, langsung aja gitu
dari awal si suster ngesott udah nongol! Dengan frekwensi menongolkan diri kalo
dipersentasekan kurang lebih 80 persen, gimana gak hard sell banget

kan

!?
Lalu yang kedua, alurnya bow… so sinetron sekali… duh…susah juga nilainya,
kenapa jd banyak kritikan yah?? Awalnya nonton ini krn gak dapet jam tayang
spiderman yg udah fullybooked. Akhirnya memutuskan, maybe it’s not bad if we
watch Indonesian movie… who knows it’ll be better! Next, yang ke tiga, begitu
banyak kejanggalan yang bikin penonton merasa, waduh ketawan banget gak realnya
cerita ini. Misalnya nih ya…Masa iya, tampang kaya Nia Ramadhani dan Donita
(yang juga manis bgt) dikasih kamar yang udah 20 tahun gak dibuka! Lo tau dong
angkernya kaya apa tuh kamar plus debu, lembab, apek, sarang laba-laba, dsb…
lalu pas buka kamar yang 20 tahun gak dibuka itu, si Nia tiba2 menemukan seekor
anak kucing putih di dalam lacinya! …janggal luar biasa! Dan mereka diceritakan
harus menghuni kamar itu karena gak ada lagi kamar kosong lainnya. Sementara
tak satu pun penghuni kamar laen di ekspos, even cuma figuran. Jadilah mereka
seperti dua gadis

kota

modern yang
dengan tegarnya tidur di kamar angker surengker di asrama tak berpenghuni!
Duh..kalau dibahas… jadi panjang banget euy… jadi pengen diskusi sama yang
nulis skenarionya.

 

Back to ‘Selingkuh’… siapa yang mau jadi korban selingkuh? Nggak
ada yang mau. Kalau ada pilihan lain, si suster mungkin akan memilih option
lain, tidak menjadi suster ngesot melainkan ‘Suster Ngepottt’ atau ‘Suster
Lari’ atau mungkin ‘Suster Kejedott’. *Goblok ato kenapa yak susternya???

 

Cerita punya cerita… si suster ini ternyata seorang korban
selingkuh. Duh mirisnya… dialah wanita setia bernama Lastri. Yang mencintai
seorang lelaki yang ternyata malah bercinta dengan sahabatnya sendiri. Hmmm…
seandainya tidak terlalu hingar oleh tawa, mungkin adegan Lastri memergoki
pacarnya yang sedang disandari wanita di mana keduanya tanpa busana akan
menjadi momen dramatis. Yup, cukup dramatis. Talent wanita cukup menghayati
dengan mengatakan kalimat-kalimat makian spt “ Brengs*k, Baj*ngan, dll”. Lastri
mati… membawa luka hati dan kecewa stadium tertinggi karena dikhianati.

 

KEKECEWAAN AKAN SELINGKUH itulah yang menjadi GARIS BESAR CERITA
suster ngesot ini. Dengan tagline “Jangan…Ia akan datang”, memberikan penonton
nilai moral mengenai arti pentingnya setia pada pasangan. Jangan lakukan
perselingkuhan… karena dia akan datang. “Dia” di sini adalah suster ngesot itu
sendiri. Kebencian suster ngesot a.k.a mbak Lastri menyebabkan kematian
membayangi orang-orang yang melakukan perselingkuhan. Fiuuh… gue ngebayangin
kalo bener ada kutukan kaya gitu. Mungkin yang lagi selingkuh sekarang udah
pada ngaku dan berjanji gak akan mengulangi lagi.

 

Tapi hati memang enggak bisa bohong. Hubungan yang terjalin
erat bertahun-tahun tiba-tiba bisa kandas dalam hitungan hari. Sungguh
membuahkan pikiran mumet dan diganduli sejuta pertanyaan… “Kok bisa ya..? Kok
tega2nya..? Kurang apa lagi gue selama ini…? Pengorbanan kaya apa lagi yang
mesti gue lakukan…? Kenapa mesti mencari orang lain padahal gue udah berusaha
semaksimal mungkin…? dan sejumlah pertanyaan lain yang mungkin tidak terjabar
jawabannya dalam 1000 malam.

 

Thank God…selama ini gue bubar tidak pernah karena pihak
ketiga. *taela..kaya artis lg klarifikasi, ;-P hari gini, ternyata bukan cuma
wanita yang takut prianya selingkuh tapi kenyataannya wanita juga banyak yang
melakukan hal itu. Hey bagaimana jika kita menyikapinya secara positip. Pacaran

kan

merupakan proses penjajakan,
pendekatan dalam mencari pasangan hidup, nah kalo salah satu pihak merasa tidak
sepaham lagi, make sense banget

kan

untuk mencari yang lebih baik? Cuma mungkin caranya di perhalus, jangan sampe
berpegangan tangan di belakang punggung pasangan kita. *inget

kan

adegan klasik itu?

 

Ikrar terbaik untuk
saling mencintai menurut gue ….teteeeuup…dipegang oleh momen terbaik dalam
hidup, yaitu saat ijab

Kabul


selesai diucapkan. How wonderful…

 

Gue menyayangkan wanita-wanita yang meninggalkan teman-teman
pria yang gue dengar curhatnya. Pria-pria yang menghargai komitmen. Salut… but,
don’t love commitment itself ….if it would hurt you… Dalemnya…Sabar yah, Mr. W,
Mr. A, Mr. R, Mr. K, Tuhan sedang
menunjukkan yang terbaik untuk kalian… bukan berarti your eks girlfriend gak
baik. Tapi mereka bukan yang terbaik untuk kalian. ^_^  Remember…You deserve to get the best…! Show
your inner strength!

 

 

 

Cheat_copy

You Love Flower? I do…

March 6th, 2007 by sangsaribayu

6 Maret 2007

 

Hari ini Mbak Muliana a.k.a Lia ulang tahun, yippie!
Menyenangkan…

 

Selalu menyenangkan saat rekan kerja ultah karena itu
berarti….jeng-jeng-jeng..makan2 gratiss! Tapi itu dulu….hiks-hiks…. Saat
departemen gue belom di restrukturisasi kaya sekarang. Bayangin, dari 19 orang
menjadi 29 orang! Kebayang

kan

kalo, temen seruangan aja 29
orang…belum ditambah temen di luar ruangan yang seabrek-abrek…!

 

Nah..nah..nah…. pagi2, semua orang di ruangan dapet jatah
sarapan pagi! Unik juga

kan

..ultah nraktirnya gak siang2 tapi
pagi2! Wakaka…terobosan baru yang bikin gue nggak makan siang karena
kekenyangan!

 

Pagi-pagi… baru naroh tas, gue udah nemuin satu box
stereofoam yang mengindikasikan isinya makanan (karena ada sumpitnya). Wow…
satu porsi mie goreng plus baso, telur, sayur…. Yummy! Pas banget, secara gue
kesiangan dan gak sempet sarapan.

 

Sambil satu ruangan makan pagi bareng…si mbak lia…
menggumam (kedengeran bgt krn dia di belakang gue duduknya). Katanya… “Semoga
ada kiriman kue yah hari ini?”.

 

Ternyata siangnya, yang dateng bukan kue! Tapi serangkaian
bunga mawar indah, yang gambarnya bisa lo liat di pic yang gue desain jd cover
buku. Dan mbak lia pun langsung girang…”Wow….ada kiriman bunga!” pas dicek dari
siapa, ternyata dari Tour and Travel, Seta Tour. Lengkap dengan kartunya,
berwana merah menyala dengan tulisan Happy Bday blah blah blah….

 

“Baek juga yah….ngasih gue bunga!, laki gue aja nggak
pernah ngasih gue bunga!” teriak mbak Lia pas abis baca. Yang sesungguhnya
sukar gue artikan, ini ekspresi seneng apa empet karena gak dapet kue/gak
dikasi bunga ma lakinya?! (FYI, mbak lia ini lagi hamil anak ke dua, dan udah
menjalin kasih dengan lakinya sejak jaman kuliah!)

 

Dan…pertanyaannya seperti pada judul buku(bukuan) : Why
Women Love Flowers & Man Don’t Want to Buy Her One?

 

Why?? Padahal…. ngasih bunga itu sesuatu yang ….Ahh…to
tweeet….

 

Gue tahu hari gini ngarepin rangkaian bunga merah jambu
itu bisa dibilang stupid ato apalah!
Tapi entah…menurut gue, itu one of long
lasting gift! Secara memang bunga itu hadir di dunia untuk memberi keindahan.
Dan gue sangat menikmati rangkaian bunga yang tersusun rapi di wedding
reception. Ingatkah kenapa suasana resepsi itu terasa hangat dan mesra? Salah
satunya karena banyak bunga bertaburan. Iya

kan

? Lalu, jika di hari bahagia kita,
kita menginginkan bunga didekor di mana-mana…. Mengapa tidak sekali-sekali kita
hadiahkan bunga ke pasangan kita di hari spesialnya? (selain kue, bunga
deposito, cincin platina, dsb..;-P)

 

Gue sendiri juga pernah memilih memberikan sebuket bunga
saat menjenguk teman wanita gue yang sakit, dan gue tahu itu gak bisa dimakan.
Tapi begitu bunga itu ditaroh di meja sampingnya yg biasanya hanya di taroh
susu dan makanan pasien, auranya langsung berubah cantik karena si bunga tadi.
Lalu gue juga pernah ngasih mantan gue bunga mawar merah imitasi yang gue beli
gak sengaja sebelum ketemu dia, dan gue inget banget mukanya yang langsung
kaget berat gitu, blushing sesaat, dan bergumam… “Thanks Sar…gue baru kali ini
dikasih bunga sama seorang cewe…”. Dan beberapa minggu kemudian gue ke
rumahnya, ternyata bunga itu udah ditaroh di pot kecil dan bersanding dengan
koleksi botol2 minumannya dia, pdhl gue pikir ud dibuang. ;-P

 

Gak perlu harus nyediain bunga satu bak mandi seperti di
film American Beauty, sediakan saja satu buket, satu rangkai, atau satu tangkai
untuk…kejutan kepada teman, pacar, pasangan hidup, atau keluarga…. Then…the
power of flowers will blush their cheeks and give them new romantic spirit!

Rose

Hayo, Mimpi Apa Kamu Semalem?

March 4th, 2007 by sangsaribayu

Mimpi apa kamu semalam? Mimpi indahkah? Mimpi burukkah?
Mimpi basahkah? Mimpi ketemu selebritiskah? Mimpi Kali Yeee…. Jadi inget
reality show yang dipandu Hughes beberapa tahun yang lalu. Tayangan ini
jelas-jelas terinspirasi dari mimpi orang-orang untuk ketemu selebritis
idamannya. Cukup bagus karena menolong banyak orang yang terus membuat gue
geleng-geleng kepala kalo mereka sudah ketemu. Bagaikan ketemu malaikat
berwujud manusia, alamak! Sebagian menangis meraung-raung lalu membabi buta
mencium dan memeluk selebritis impiannya, masih dengan airmata mengalir basah menganak
sungai (dahsyat

kan

!) dan pundak dirangkul sang
idola, kameramen pun dengan sigap mengabadikan momen terharu di dunia (terharu bagi
peserta yg ketemu idolanya) untuk disiarkan ke seluruh penjuru

Indonesia

. Kok bisa sampe segitunya yah? Padahal
notabene selebritis-selebritis tersebut manusia biasa juga. Kagum sih boleh,
tapi kalo berlebihan… gak baik juga untuk kesehatan. Kesehatan jiwa penonton maksudnya.
Nanti tambah banyak yang terobsesi jd selebritis karena ingin dipuja ria jenaka
oleh seantero negeri!

 

Ngomong-ngomong mimpi… Beberapa hari yang lalu, di
sebuah dialog box berframe biru alias ‘Room Chatting (sedang conference nih
ceritanya)’ gue nggak sengaja ngungkapin kalo gue malemnya mimpi seseorang
berinisial N. Nah..nah..nah…. secara isi room chatting itu adalah
manusia-manusia penggila infotainment, langsung saja berita kecil tersebut berkembang
bak karet dimasukkan ke larutan minyak tanah, melar semelar-melarnya!

 

Tanpa tunggu lebih lama, persis keran PAM ngocor, CROTT!
langsung bermuncratan kata-kata yang mengatakan kalo mimpi gue itu adalah
pertanda! Dan yang lebih top lagi, si N yang juga lagi online juga mengatakan
pesan yang sama, mengutip ghost rider, dia bilang “Jangan pernah mengabaikan
Tanda!”. Lho-Lho…bagaimana ini? Gue aja belum tau ini tanda-tanda apa bukan.
Yang gue tahu banget itu adalah tanda-tanda kalo …ehm, misalnya mau ‘dapet’
alias PMS. Naah…gue cukup tau tanda-tandanya seperti rada sensian dikit, rada
melo dikit, rada ‘kenceng-kenceng’ dikit, rada-rada gitulah. Terus tanda-tanda lain yang gue tau itu
seperti : tanda-tanda mau hujan…biasanya mendung dulu (anak kecil juga tau kali
Sar!), tanda-tanda mau makan… biasanya perut agak berderit (pintu kali
berderit) dan gue biasanya menggumam “Hmm, makan apa yah enaknya?”, lalu
tanda-tanda lalu lintas… misalnya huruf S dicoret berarti nggak boleh setop
atau saat lampu berwarna hijau berarti kendaraan jalan, atau tanda-tanda lain misalnya
temen gue mau marah ke gue, itu gue taunya waktu dia bilang ke gue dengan muka
memerah dan gigi menggertak “Sar, ini gelas kopi elo yah?? yang tumpah ke meja
dan bikin basah berkas2 kerja gue?!?”.( Apalagi klo ditambah jawaban gue
“Iya…”) hihihi

 

Kembali lagi ke persoalan MIMPI ITU PERTANDA. Fiuuh…gue
menghela napas dulu nih. Masalahnya berat sob nih topik. Secara gue bukan anak
psikologi jurusan tafsir mimpi. Gue belajar sih tanda-tanda, tapi tanda-tanda
dalam ilmu komunikasi, bukan cara menafsirkan mimpi. Karena gue tergolong
orang-orang yang berpikir logis, jadi gue nggak pernah percaya sama segala
jenis buku tafsir mimpi, primbon, apalagi mengkaji mimpi untuk nomor togel!
Huh… nehi nehi dendi! Baeklah… kalau begitu mari kita kuliti mimpi dari ilmu
GOOGLING, ilmu ASKING, dan ilmu TEBAKING! (huehehe ..ilmu yang terakhir,
ciptaan gue sendiri, ilmu nebak2 sesuka hati).

 

Dengan semangat 2007 sebagai gantinya semangat 45 yang
sudah terlalu jadul untuk dipake, dengan ikatan putih di kepala dan muka dicoreng
ala militer (jgn percaya 100 persen,pembaca yg budiman) gue pun mulai browsing
di Google (inilah yang dinamakan ilmu Googling, kisanak!). Mencari dan mencari
apa kata experts tentang mimpi dan teorinya, pencarian ini gue bagi dua tahap,
mencari dari sumber berbahasa Inggris dan

Indonesia

. *Oh iya..biar lebih dramatis,
gue pun menyalakan winamp dengan lagu-lagu bertema mimpi seperti : All I have
to do is Dream (bukan versi fauzi fauzan lho), Sebatas mimpi-nya Heidi Yunus,
Satu Mimpi-nya The Groove, sampe ke bandnya Bang Ariel Peter Pan untuk
melengkapi eksplorasi mimpi di jagad maya… Pembaca yang budiman,sambutlah… Mimpi
yang Sempurna!

 

Dari
rubrik “ASK THE EXPERTS” dalam www.scientificamerican.com.
Teori psikologi tentang mimpi memfokuskan pada pikiran dan emosi, dan
menspekulasikan mimpi yang sehubungan dengan masalah pada hidup kita, seperti
pekerjaan yang belum terselesaikan atau ketidakmampuan menangani sesuatu hal.
Mimpi juga, pada faktanya, mengajarkan kita hal-hal yang tidak terpikirkan
sebelumnya. Hubungan antara mimpi dan psikis manusia telah ada sejak beribu
tahun lalu. Filosof Yunani terkenal, Aristoteles menulis dalam “Parva
Naturalia” kurang lebih 2200 tahun yang lalu, mengenai hubungan antara mimpi,
pengalaman, dan kebutuhan emosional. Tapi ada beberapa ilmuwan yang berpendapat
bahwa mimpi bisa jadi tidak memiliki fungsi.

Kurang
puas dengan kata expert tersebut, beralihlah saya ke teori mimpi lain yang
cukup terkenal, siapa lagi kalo bukan dari Bapak psikoanalisis modern, Sigmud
Freud! Freud berpendapat bahwa mimpi membawa hasrat atau keinginan yang
terpendam. Freud percaya bahwa mimpi menyajikan ulang keinginan-keinginan yang
sejalan dengan aktivitas-aktivitas sebelumnya. *gue juga mengiyakan Freud,
karena mimpi-mimpi yang gue alami seringkali merupakan aktivitas2 gue
sebelumnya. Freud percaya mimpi kadang termotivasi oleh keinginan masa kecil.
Ide menarik lain yaitu bahwa Tak ada yang dibuat-buat saat mimpi terjadi dan
mimpi terjadi secara biologis, disarikan komplet dari kebutuhan-kebutuhan
insting dan pengalaman2 personal. Tapi dari semuanya… yang PALING MENARIK dari
teori Freud adalah teorinya ‘Terjadinya Mimpi’. Mimpi terjadi di saat ‘Kolapsnya
Ego’ yakni saat tuntutan antara “ID” (kebutuhan jasmaniah yang teramat sangat
penting) dan “SUPEREGO” (alam bawah sadar atau kata hati) berkumpul menjadi
“EGO” (keinginan-keinginan pribadi dan merupakan penghubung antara ID dan
SUPEREGO)!

Beberapa
teori Freud masih dianggap benar sampai hari ini. Dan ternyata teori-teori
mimpi Freud yang cukup paten ini disanggah oleh filosof lain bernama JUNG!

Jung
percaya bahwa metode paling efektif dari interpretasi mimpi adalah adanya korelasi
yang sambung menyambung antara mimpi satu ke mimpi lain alias nge-link. Freud
tidak percaya mimpi bisa dimaknai oleh pemimpi itu sendiri melainkan harus
dibantu oleh psikolog terlatih. Tapi Jung malah mengatakan bahwa pemimpi bisa
mengartikan sendiri mimpinya. Bagaimana bisa?

Begini….
Jung menyarankan mengambil gambaran mimpi-mimpi serupa dari jurnal mimpi kita
dan menyuruh kita menyatukannya menjadi sebuah gambar besar. Bagi Jung, mimpi
demi mimpi bak potongan puzzle. Yang jika disatukan akan membentuk sebuah pola
yang bisa kita artikan sendiri. *gue juga pernah baca saran psikolog agar
mencatat mimpi2 yang kita alami agar kita mampu memetakan pikiran kita selama
ini. Hmmm….lumayan berat untuk dipraktekkan. Gimana caranya gue mengorganisir
catatan mimpi2 gue tiap hari sementara gue bangun dengan pikiran: “Bangun Sari,
shalat subuh! buruan mandi! Dan cabut sebelum Tomang-Harmoni macet total! Hayo,deadline
desain menunggu!! Ide sudah ada belom?? Belom, jawab gue lemas… Dasar desainer grafis kejar tayang! Buruan!
telat absen di cut off HRD lhow!…sigh… ;-(

Setelah
dirasakan cukup mencari sumber bahasa Inggris, sekarang tibalah saatnya mencari
sumber dari Indonesia, dengan keywords “mimpi adalah”, langsung keluar ragam
link yang bikin gue bingung milih yg mana. Dasar

Indonesia

! Masa halaman pertama langsung
ada link-link dgn judul : Menguak Arti Mimpi Basah (Tett Tott! Artinya: lewat
deh), Primbon - gerbang dunia mistik dan alam gaib (Tett Tott lagi!), next…
Mimpi adalah marketing, Mimpi adalah Animasi,….Mimpi adalah cerita alam bawah
sadar…merupakan pesan dari Allah…(Nah Ini Dia! Yang gue cari..)

Link
yang gue pilih ternyata tidak salah. Ini adalah ulasan buku “Berdialog dengan
Rasulullah SAW”. Dari sini gue tahu ternyata sebelum nabi menerima wahyu dalam
keadaan sadar, beliau lebih dahulu menerima wahyu lewat mimpi yang berlangsung selama setengah tahun
dan menerima wahyu dalam keadaan sadar selama 23 tahun.
Menurut hadis Nabi:”Mimpi itu ada tiga macam; mimpi yang baik
adalah dari Allah, mimpi yang membuat sedih datang dari setan, dan mimpi yang
berasal dari bisikan dirinya sendiri”. Dan buku ini membagi mimpi menjadi empat
(4) macam: mimpi yang benar-benar menjadi kenyataan (al-ru’ya al-shadiqah
al-Muhaqqaqah), mimpi yang baik (al-ru’ya al-shalihah), mimpi berupa bisikan
dan berbentuk simbolik (al-ru’ya al-hatifah al-Marmuzah), dan mimpi sebagai
peringatan (al-ru’ya al-Muhadzirah). Khusus penjelasan mimpi menurut Islam, gue
memberanikan diri bertanya ke ustad di pengajian jumat sore gue, “Ustad, Mimpi
apa sih yang merupakan petunjuk menurut Islam?” Ustad pun menjawab bijak, (kesimpulannya
aja deh biar ringkas…otree?) ”Mimpi yang merupakan petunjuk itu kondisi
mimpinya tergantung dengan tingkat keshalihan seseorang. Dan petunjuk yang
datang itu akan terkait dengan masalah yang tengah dihadapi masing-masing
orang. Kita tidak bisa berharap mimpi datang setelah hari ini kita berdoa. Kita
harus senantiasa berdoa, berikhtiar dan berusaha…”. Gue pun mengangguk-angguk
tanda mengerti walau tanya senantiasa masih menggayuti ruang pikir. Tapi tak
apalah…sedikit demi sedikit gue mulai bisa mensarikan penjelasan demi
penjelasan yang coba gue kuak sendiri (ceile Sari, kaya detektip lo!).

Gara-gara desas desus mimpi, gue jd
punya banyak jabaran untuk ditelaah, resapi, dan direnungkan. Oalah…
gara-gara sekeping mimpi, gue jd coba bedain mana mimpi yang petunjuk dan mana
yang merupakan hasil agresivitas ego belaka. Berkaca dari mimpi yang
benar-benar petunjuk seperti Rasulullah, berarti mimpi gue belom masuk kategori
apa-apa, karena baru sekali toh. Nah, kalo semakin sering datang berarti
mungkin memang Tanda dariNya. Mad don’t make me

Mad.

Nah, buat elo yang juga abis baca blog
gue ini… cobalah juga mulai menelaah mimpi sendiri, sapa tau… ada option baru
lewat mimpi…misalnya terus menerus mimpi ngutak atik software komputer, siapa
tau bisa jadi Bill Gates? Selalu mimpi naik motor dengan kecepatan lebih dari 140
km/jam, siapa tau lo ternyata pengganti Capirossi? Mimpi berada dalam pesawat
Adam Air, hmm….? (Kali ini gue no comment deh). Mimpi dikejar-kejar Mpok Yati
yang punya warteg di ujung gang? Makanya kalo makan, bayar! Atau mimpi
terbangun di samping seorang David Beckham atau di sisi Carmen Electra… Ah, itu tandanya minta dibangunin pake aer
seember! ;-P

 

Oh Ghost! Oh..Ghost Rider!

February 25th, 2007 by sangsaribayu

Elo ke mana-mana bawa motor
sendiri? Pernah mengendarai motor(walaupun punya orang)? Atau pernah dibonceng
naik motor? Kalo lo bener-bener suka sama dunia motor dan sekitarnya, berarti
lo kudu musti nonton film GHOST RIDER! Secara nih film dari awal sampe akhir
menceritakan tentang seorang pengendara motor handal bernama ‘Johny Blaze’ yang
dilakoni Nicolas Cage yang mengawali karirnya sebagai pengendara motor di
pertunjukan2 karnaval bersama ayahnya sampai menjadi sosok yang amat sangat berjaya
di pertunjukan ini sendiri. Udah, kalo lo nggak sempet ato belum nonton,
mending lo baca reviewnya, walo agak2 telat.

 

Ada


selentingan yang bilang film ini jelek untuk ditonton, tapi setelah gue tonton
sendiri… Yah, lumayanlah untuk hiburan di sore hari

Jakarta

yang
senantiasa digelayuti mendung. Karena waktu gue menuju XXI Jakarta Theater,
langit

Jakarta


warnanya udah gradasi abu-abu ke item gitu. Dan bener banget sampe

sana


langsung disambut hujan gerimis. Tiket pun di tangan dan pas banget 15 menit lagi
film dimulai. Berarti masih ada waktu untuk membeli minuman hangat guna
diselundupkan ke dalam bioskop (secara gue beli Hot Vanilla Latte di luar XXI,
tp gue yakin (kira-kira) 7 dari 10 orang di Indonesia yang gemar nonton bioskop
pasti pernah membeli makanan ato minuman yang berasal dari luar areal bioskop.Ssstt…
gue sendiri selain menyelundupkan hot vanilla latte, dulu-dulu juga pernah
menyelundupkan Donut, Hot Coffe, Big Beef Cheese Burger, Ayam Goreng (fast food
lho bukan ayam goreng kremes), dan aneka kudapan seperti coklat, kacang,
minuman soda, berbagai merk snack ringan, dan lain sebagainya! Cuma orang aja
yang nggak bs diselundupin abis ketawan petugas sihh hihihi maapkan sayah
XXI!!! )

 

Lanjut ke GHOST RIDER… dari suasana di luar yang dingin-dingin
mencekam, begitu duduk dan intro film dimulai. BYAR! Penonton akan disambut
hentakan musik ditingkahi aneka grafis bernuansa hitam merah yang bisa
mengaburkan ingatan, apakah kita di dalam bioskop biasa atau di dalam bioskop
3D-nya Ancol sih!? Secara visualisasi yang ditampilkan membawa lo ke depaaaaaan
lalu kemudian berbelok-belok, menikung-nikung tajam, lalu berhenti mendadak!
Seru sekali. Tapi apakah film ini seseru intronya? Mari kita lanjutkan.

 

Adalah Johny Blaze dan ayahnya,
duo pemain motor berbahaya untuk pertunjukan karnaval. Johny Blaze dan ayahnya
merupakan bintang dalam bidang ini, mereka mampu melompati lingkaran api yang
berkobar-kobar dengan ganas seolah siap membakar siapa saja yang melewatinya
dan juga mereka senantiasa melakukan aksi lompat jauh yang merupakan keunggulan
dari setiap pertunjukan.

 

Di awal cerita bokap Johny
didakwa menderita kanker yang telah menjalari seluruh tubuhnya dan gak mungkin
sembuh. Di tengah keputusasaan Johny, datanglah setan berupa seorang pria paruh
baya berpakaian hitam-hitam menggenggam tongkat tengkorak yang menawarkan Johny
pilihan yang sulit : Ayahnya sembuh akan tetapi jiwanya Johny dikuasai oleh
setan. Johny mulai mikir nih… Hmm, coba gue baca dulu ahh.. Baru aja Johny
membaca perjanjiannya, tiba-tiba jarinya tergores pinggiran kertas yang
berbahan metal dan meneteskan darah. Serta merta Johny didaulat setan tersebut
‘telah sepakat’. Johny pun berang dan setan tertawa licik. *dasar setan, pasti
perjanjiannya gak pake jasa notaris! ;-P.

 

Dan mulailah kutukan GHOST
RIDER dimulai pada diri Johny bin Blaze!!!

 

Konflik pun dimulai! Datanglah
seorang lelaki muda nan gagah dan pucat (anggaplah Mr X, karena gue lupa
namanya) dengan jubah panjang hitam berkibar-kibar memasuki sebuah bar dan
mulai membunuhi para lelaki2 di bar itu hanya dengan menyentuh korbannya lalu
korban pun mati sukses dengan tubuh membiru. Bertemulah dia dengan 3 spirit
elemen bumi yang dipanggilnya, setan berbasis air, berbasis tanah, dan berbasis
angin. Ini juga lucu untuk dilihat, karena setan berbasis angin ini lumayan
sukses bergaya Bob Marley dengan rambut rastanya ituh! ;-D

 

Alkisah, Mr. X ini menginginkan
sebuah kontrak keramat! Yang mana kontrak keramat ini merupakan kontrak atas
kepemilikan arwah-arwah yang jumlahnya banyaaaak bangeeett…. Yaitu ‘Kontrak Sam
Venganza’. *bayangkan aroma mayat satu

kota


hiiyh…. Kalo beneran iya harusnya melebihi seremnya kuntilanak merah di
terowongan

casablanca

. Cuma
herannya… seganas-ganas hantu hollywood yang jumlahnya segambreng, masih lebih
keder gue ngeliat SATU ajaaa hantu

Indonesia


seperti Mr.P alias poc*ng, Ms. Kunti, Kang Gendor*wo dsb! Memang… the closer
the story to

ur

life,
the more real u got… Tapi teteeuup…. Ibu Suzanna sukses mematri ingatan masa
kecil gue lewat film-filmnya yang memukau seperti Beranak dalam Kubur, Siluman
Buaya, dsb.

 

Usut punya usut, ternyata Mr X ini anaknya setan
yang membuat perjanjian dengan Johny bin Blaze di awal film. Kalo gak salah
namanya Aristoteles eh bukan bo… Gonzales? Hmm…bukan juga yah. Stoples?, oia…Mesiphoteles!

 

So… Bapak setan dan Anak setan ini sekarang
sama-sama menginginkan kontrak tersebut! *untuung… Emak setan nggak ikutan,
kalo ikut pasti tambah kacau karena kalo emak-emak ngeliat Bapak sm Anak
berantem biasanya dia akan menangis teriak-teriak dan itu bisa bikin skenario
film ini makin ga jelas juntrungannya. Dan seperti yang bisa ditebak oleh
penonton… Bang Mesi ini tentyunya…mengandalkan Johny si playboy… ups, Johny bin
Blaze untuk mengenyahkan si Anak setan tadi.

 

Jreng..jreng…. sontak tubuh Johny memerah dan diana
(baca: dia, dr bhs gaul dot kom nih) mulai kepanasan. HAHHHHH!!! Johny
berteriak seolah api neraka tengah membakarnya, dan perlahan asap mengepul dari
sekujur tubuhnya dan api pun berkobar dari kulitnya diikuti perubahan kulit manusia
menjadi tengkorak! *pada scene ini pembaca yang pernah menonton Hollow Man bisa
membayangkan. Dan inilah… GHOST RIDER pun telah sempurna menjelma! Dan bukan Rider namanya kalo nggak ada motornya….
Masa Ghost Rider naik andong, gak lucu

kan

atau
naik sapi …yaaah…gak jd ghost rider dong yg ada malah jd ANAK GEMBALA!
Wakaka…;-D

 

Nah… Ghost Rider pun memulai aksi serunya berkelahi
melawan si Anak setan dan sekutu2nya yang fashionable itu (secara semua
berjubah panjang melambai mirip peragawan2 di

Milan

 

sana

). Di
sini lo bisa nyaksiin kedahsyatan motornya Ghost Rider yang bisa berubah bentuk
sesuai dress code (krn dress code ridernya garang dan tengkorak begitu), maka
motornya pun berubah bentuk kayak garang eh… kaya gimana yah ngegambarinnya??
Pokoknya jgn bayangin kuda lumping deh! Jauh! Walopun kuda lumping sakti
begitu. Motornya pun mirip tengkorak setengah kuda zorro. Kenapa kuda zorro?
Krn motor ini di siulin lgs dateng! *enak juga ya klo motor gue disiulin lgs
dateng, tp klo gue mesti jd ghost rider dulu ogah ahhh.

Lalu-lalu….. satu

kota

dibuat
luluh lantak dgn kedatangan GHOST RIDER di malam hari. Jalanan yg dilalui oleh
motor tsb bak dihantam roda berkekuatan meteror, lho?? Sorry..meteor maksud
gue. Lalu DASH! BANG! DORR! GARR! CROTT! (gak ada kata ‘CIAATT’ yah krn ini
film hollywood bkn Tutur Tinular ato Jaka Sembung), pertarungan akbar antara
koloni Bang Mesi dan Anaknye berlangsung dgn sengit, ampe semue orang kene
dampaknye! (lho? Ko jd Betawi sihhh?). Mangkenye Bang Mesi, ajarin tuh anak lu
biar bener,pasti salah didik tuh,masa anak ndiri durhake ame babenye! Waah…
jgn2 anak pungut tuh.

 

Tapi teteeupp…gue rasa kalo Johny Blaze inget syair
lagunya Mbah Dukun pasti akan mempermudah ngebunuh si anak setan secara
liriknya…”Enyahhhlaaah Kauu Setttaaan, Jangan Gangguuu!” ;-D

 

Lumayan alot pertempuran ini sampe-sampe gue lupa
nyeritain cewenya si Johny yang cocok jd iklan produk pelangsing. Tinggi
semampai, Padat berisi, dada membusung, berkaki jenjang, bibir sensual, rambut
coklat brunette, dengan tampang bercorak latin (sejak kpn latin jd corak?)
hhh…kurang apalagi nih cewe. Kalo nih cewe nyebrang di bunderan HI, gue rasa
udah banyak mobil saling serempet dan polisi-polisi lupa nilang Three in One
dan Motor yg ga lwt jalur motor kiri! Please welcome everyone….Eva Mendez/s
(gue lupa…s apa z ujungnya, piss ;-P)

 

As u can guess…. Anak setan ini menjadikan Mbak Eva
alias Mbak Roxanne ini untuk memperlemah si Ghost Rider. Tetapi jgn kuatir Mbak
Eva ini mati sia-sia karena Bang Johny pun punya manuver2 tersendiri untuk
mempertahankan si bohay berambut brunette nan seksi ini.

 

GOSH!!! Ini review bukan sihh…?? malah gue kaya
nyeritain film ini ke elo di sebuah warung nasi goreng sambil nyedotin teh
botol sembari menunggu nasinya dianter.

 

Begitulahh pokoknya!! Sebelum Anda bosan dan tahu
detil lebih banyak dr gue, mending lo tonton ndiri deh sm temen2 ato pacar. Krn
Cuma di film ini, lo bisa liat motor bisa melompati belasan mobil truk yg
dijejer dan melewati enam helikopter Black Hawk! ENAM lhow…dgn baling2nya yg
berputar kencang. Atau ngeliat motor berapi bisa nyelem di aer sungai, lalu
naik gedung secara vertikal, dan melihat satu-satunya motor yang kalo jalan
meninggalkan jejak api kurang lebih 200 meterr. Wuff… lumayan seru! Dan sedikit
tanggalkan logika saat nonton film ini karena akan banyak skenario yg fiksiii
bangeth lalu lupakan skenario sekaliber oscar krn lo akan menemukan beberapa
hal yg sering diulang2 di film lain alias klise. Tonton sajah…tonton sajah dgn
motivasi film ini sbg hiburan dengan spesial efek yang bertaburan atau sbg
varian film laga. Toh, film yang diangkat dari Komik Marvel ini lumayan bisa
menghibur di sore hari yang dihiasi hujan gerimis. Selamat Menonton! Ssstt… jgn
(lupa) bawa snack selundupan…! ;-P

Long Road to Office…

February 2nd, 2007 by sangsaribayu

Waktu menunjukkan Pukul 21.02 WIB dan gue masih di kantor! Ya ampun, Sari…di kantor hari gini? Hiks hari ini gue sedih banget, karena pagi tadi Vario gue sempet mati setelah menghajar banjir besar. Seandainya gue tahu di Sunter kaya gini parahnya,hhhh…gue pasti lebih memilih menonton banjir dari televisi di rumah deh sambil selimutan minum susu coklat hangat….Hmm…I wish I could. and here i am…writing this stuffs…Sekarang gue dan beberapa orang temen kantor terpaksa nginep karena nggak bisa pulang ke rumah.

Dan perjalanan gue pagi tadi panjaaang ajaaah dari biasanya…..!!! Hardd daayyy….begins with a simple thinking a.k.a “paling macet2 bentar trus basah2an dikit” to a complicated thinking a.k.a “dimana yah bengkel Ahass terdekat?? apa gue perlu sewa pick up yah untuk bawa motor gue?? gimana yah skrg? Pulang apa nggak? Nanti pulang kejebak lagi dan harus dorong motor lebih jauh lagi?? dan seterusnyaa….dan seterusnya…..”

Dan beneran perjalanan panjang pagi tadi, secara gue pergi jam delapan nyampe jam setengah sebelas!!! lumpuh total, lalu lintas lumpuh… menyedihkan sekali, banyak jalanan ditutup dan akhirnya gue terpaksa meraba2 jalan tikus dan bertanya tiap berapa meter agar nggak ‘Malu Bertanya Sesat di Jalan”. Panjaaaang perjalanan masuk kampung keluar kampung di belakang ITC Cempaka Mas demi mencari yang namanya Jalan Gaya Motor Raya tempat sebuah perusahaan yang menggaji gue tiap bulan bercokol. Sampailah gue mendekati areal ruko Royal Sunter yang mana itu udah deket banget sama kantor gue (kalo naik motor, kalo jalan kaki lumayanlah), ternyataaa….gue menempuh jalan yang salah! Setelah melewati banyak banjir, ternyata banjir di depan ruko royal adalah banjir paling dalem!dan gue dengan dag dig dug ngelewatin tuh banjirr dengan harap2 cemas, komat kamit melebihi waktu gue yasinan….dengan penuh harap kalo motor gue dengan gagah berani bisa melewati itu semua. Tapi …Aaah…prediksi gue kurang tepat…. Motor gue bener2 makin menyelam posisinya..apalagi kenalpotnya…sampai waktu gue nggak bisa denger lagi suara knalpotnya…gue bener2 desperate abis… Merana semerana merananya….karena gue belum sampe kantor! Dan motor gue mati…Hiks… akhirnya gue tuntun tuh motor sampe kantor setelah sebelumnya gue pinggirin dulu dengan tatapan bengong karena nggak tahu mesti berbuat apa. Hhhhardd dayyy….

Sampe depan daihatsu…. gue udah gak kuat lagi nuntun motor, gue standarin tuh motor dengan posisi agak di tengah jalan karena gue gak punya tenaga lagi untuk ngelanjutin sampe kantor gue. Akhirnya ada seorang Bapak yang diketahui bernama Ridwan bantuin gue minggirin motor (karena kasihan kali yah) dan berhasil membuat mesin gue……………..menyala kembali!!! Subhanallah…

Gue pikir tuh motor udah mati dan siap turun mesin…. ternyata…emang nggak salah pilih Honda Vario…. Luv you… (bukan iklan lho). Sayang gue nggak bisa kopi darat sm anak2 vario club malem ini karena mesti tidur di kantor. Hiks….

But secape-capenya gue hari ini dan sekecewa2nya gue hari ini, gue harus bersyukur… karena masih banyak orang-orang di luar sana yang lebih menderita dari gue karena musibah banjir ini. Semoga cepet kering deh Jakarta…. anyway…udah ngantuk nih gue….time to sleep….

“semoga cepet kering,jakarta!”

The Matchmaker Tragedy

November 2nd, 2006 by sangsaribayu

Awal bulan sudah diwarnai tragedi makcomblang. Memang sih… Kejadian kaya gini sudah sering terjadi di mana-mana. Tapi kalo yang ngalamin… temen deket sendiri, tetap saja jadi perkara seru untuk dibahas…! Jadilah temen gue berinisial… Mmm kayanya riskan deh menuliskan inisial, Sebut saja namanya ‘Bunga’… (hihi..bukan nama pengganti yang baik yah, karena nama ‘Bunga’ seringkali dipake untuk berita kriminal.). Si Bunga tadi sudah beberapa bulan ini dicomblangi oleh temen kantornya yang bernama..sebut saja namanya ‘Mawar’ (Jadi kalau digabung gampang nyebutnya ‘Tragedi Bunga Mawar’). Berdasarkan cerita Bunga ke gue… Si Mawar inilah yang dari awal kehidupan percomblangan dimulai sampe akhir hayat percomblangan berakhir, yang getttooool banget nyomblangin, mulai dari dari ngenalin sampe manas-manasin kompor percintaan antara si Bunga dan si Kumbang (oia…nama cowonya si Kumbang aja deh biar match) dengan meniupkan aroma romance ke Bunga maupun ke Kumbang, hampiirr setiap harrinya….! Dan.. tentu dong… progress demi progress berjalan.

Blah…Blah…Blah… si Bunga pun juga sering meniupkan progressnya ke gue… Pernah juga berisi kecurigaan Bunga terhadap Mawar yang terlihat ‘sangat akrab’ satu sama lain. Tapi secara si Mawar sudah kita kenal lebih dari 6 taon, jadilah Bunga tak pernah curiga waktu Mawar dengan santainya menanggapi kecurigaan Bunga..”Tenaaang, Gue nggak ada apa-apa kok! Hahaha Dia orangnya emang enak diajakin becanda… Ini semua gue lakukan untuk elo lagi…!’

Sampai pada suatu hari… (*baca dengan gaya narator cerita radio jaman dulu)… Sang Raja akhirnya menerima upeti dari Kisanak..(Lhoo… kok jadi cerita silat?)

Okey lanjut ke cerita Bunga…

Jadilah si Bunga kemaren nangis Bombay… karena ternyata… berita progress terbarunya adalah :

SI KUMBANG RESMI MELAMAR…. MAWAR!

Yup…bukan sekedar menyatakan suka, tapi sudah dalam tahap Menyatakan Keinginan Untuk Menikahi si Mawar…

*okey…penonton silakan…. “Ooouuuww…..”

Akhirnya ada satu advice gue ke dia yang bisa bikin dia ketawa lagi (tapi ketawanya sambil maki-maki) :

“Kan dulu gue pernah bilang ke elo kalo makcomblang mendingan cewe krn kemungkinan besar lebih ngerti, Tapiii..ngeliat kejadian lo kaya gini, ada bagusnya juga Makcomblangnya Cowok karena nggak mungkin dia jadian sama yang dicomblanginnya kecuali dia… Hombreng! Yondrang?!”

Untunglah si Bunga sekarang sudah ‘back to normal’…HIDUP!